Detoksifikasi Digital dan Pemulihan Rohani: Rekonstruksi Pendidikan Agama Kristen Berbasis Teologi dalam Konteks Kesehatan Mental Siswa
(1) Sekolah Tinggi Teologi Nusantara, Salatiga
(2) Sekolah Tinggi Alkitab Batu
(*) Corresponding Author
Abstract
Advanced digital and communication technologies have brought about significant changes in the fields of education and spirituality. However, behind the ease of access to information and communication lies a serious issue: a mental health crisis among students who are addicted to digital devices. This has led to many of them feeling spiritually exhausted and even experiencing emotional burnout. Religious education, which has traditionally focused on cognitive aspects, is deemed insufficiently responsive to the spiritual needs of students. This study aims to reconstruct a Christian religious education approach grounded in theology to facilitate spiritual recovery through digital detoxification practices. The research method used is descriptive qualitative with a literature review approach. It can be concluded that digital detoxification can be an effective spiritual tool in freeing students from the pressures of digital addiction. Therefore, understanding the digital era and the mental health crisis among students must be prioritised. Furthermore, the concepts of theology and spirituality of recovery in Christian education must be able to detoxify digital as a process of Christian spirituality. Thus, this can reconstruct and integrate the Christian religious education curriculum in spiritual recovery.
Abstrak
Teknologi digital dan komunikasi yang sangat maju telah menciptakan perubahan besar dalam ruang pendidikan dan spiritualitas. Namun, di balik kemudahan akses informasi dan komunikasi, muncul persoalan serius berupa krisis kesehatan mental di kalangan naradidik yang mengalami kecanduan digital. Yang mengakibatkan banyak dari mereka jenuh dan teransing secara spiritual bahkan tekanan kelelahan emosional. Pendidikan agama yang selama ini berfokus pada aspek kognitif dinilai belum cukup responsif dalam menjawab kebutuhan spiritual peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi pendekatan pendidikan agama Kristen berbasis teologi dalam rangka memfasilitasi pemulihan rohani melalui praktik detoksifikasi digital. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, maka dapat disimpulkan bahwa detoksifikasi digital dapat menjadi sarana spiritual yang efektif dalam membebaskan siswa dari tekanan kecanduan digital. Oleh karena itu pemahaman akan era digital dan krisis kesehatan mental siswa harus diperhatikan. Terlebih konsep dan teologi dan spiritualitas pemulihan dalam pendidikan kristen harus bisa mendetoksifikasi digital sebagai proses spiritualitas kristen. Sehingga hal ini dapat merekonstruksi dan integrasi kurikulum pendidikan agama kristen dalam pemulihan rohani
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Alcazar, Alvaro Basista. “The Curriculum Implications of Liberation Theology as a Theory for Social Change.” Louisiana State University and Agricultural & Mechanical College, 2001. https://repository.lsu.edu/gradschool_disstheses/233.
Arif, Ahmad. “Krisis Kesehatan Mental Melonjak Di Kalangan Remaja.” Kompas, 2023. https://www.kompas.id/artikel/krisis-kesehatan-mental-melonjak-di-kalangan-remaja.
Arifianto, Yonatan Alex. “Dekadensi Moral Dalam 2 Timotius 3: 1-7: Reflektif Spritualitas Manusia Di Era Disrupsi.” Jurnal Missio Cristo 6, no. 1 (2023): 63–80.
Arifianto, Yonatan Alex, Jirmia Dofi Suharijono, and Adi Sujaka. “Eksplorasi Rohani Sebagai Pertumbuhan Spiritualitas Dalam Ruang Virtual: Misi Kekristenan Di Era Digital.” Teleios 4, no. 1 (2024): 64–72.
Evimalinda, Rita. “Pendidikan Kristiani Yang Adaptif Dan Responsif: Formasi Pendidikan Spiritual Remaja Dalam Bingkai Beragama Di Ruang Digital.” KURIOS 10, no. 2 (August 31, 2024): 520–528. https://sttpb.ac.id/e-journal/index.php/kurios/article/view/1059.
Gumelar, Fajar, and Hengki Wijaya. “Peran Gereja Masa Kini Menyikapi Teologi Pembebasan Gutiérrez.” BIA’: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual (2019).
Hidayat, Arifin Hidayat. “Pengaruh Gadget Terhadap Perkembangan Emosional Anak Usia Dini Di Desa Ujunggurap Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua.” Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam (2023).
Jati, Wasisto Raharjo. “Agama Dan Politik: Teologi Pembebasan Sebagai Arena Profetisasi Agama.” Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan 22, no. 1 (2014): 133.
Malau, Desna Suryanita, and Hadrianus Tedjoworo. “Proses Pendidikan Dalam Korelasi Pemikiran Paulo Freire Dan Spiritualitas Fransiskus Asisi.” MELINTAS 39, no. 1 (February 22, 2024): 64–97. https://journal.unpar.ac.id/index.php/melintas/article/view/7753.
Ndruru, Yurlina, Andreas Teko, and Sandra Rosiana Tapilaha. “Teologi Pendidikan Agama Kristen: Fondasi Dan Implikasi Untuk Pendidikan Modern.” Tri Tunggal: Jurnal Pendidikan Kristen Dan Katolik 2, no. 2 (2024): 167–176.
Neelakandan, S. “Internet Addiction, Digital Detox, and Mental Health: A Review of the Evidence with Clinical Examples.” SBV journal of basic clinical and applied health science 7, no. 3 (2024): 140–143.
Ngafifi, Muhamad. “Kemajuan Teknologi Dan Pola Hidup Manusia Dalam Perspektif Sosial Budaya.” Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi 2, no. 1 (2014).
Purnomosidi, Faqih, Sri Ernawati, Dhian Riskiana, and Anisa Indriyani. “Kesehatan Mental Pada Remaja.” Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (2023).
Putri, Adisty Wismani, Budhi Wibhawa, and Arie Surya Gutama. “Kesehatan Mental Masyarakat Indonesia (Pengetahuan, Dan Keterbukaan Masyarakat Terhadap Gangguan Kesehatan Mental).” Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat 2, no. 2 (2015).
Santoso, Agung Budi, and Bartolemeus Diaz Nainggolan. “Analisis Teologis Pendampingan Pastoral Terhadap Kecanduan Gadget Pada Anak Berdasarkan Amsal 22:6.” Danum Pambelum 4, no. 1 (2024): 35–45.
Sele, Ricu, and Wahyu Wijiati. “Digitalisasi Dan Dampaknya Bagi Perkembangan Psikologi Remaja Kristen.” Philoxenia 3, no. 1 (2024): 43–53. https://ojs.sttkmu.ac.id/index.php/philoxenia/article/download/37/pdf.
Sisbintari, Kartika Dewi, and Farida Agus Setiawati. “Digital Parenting Sebagai Upaya Mencegah Kecanduan Gadget Pada Anak Usia Dini Saat Pandemi Covid-19.” Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini (2021).
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R & D. Bandung: Alfabeta, 2016.
Telaumbanua, Andrika, Afriani Damaris Purba, Piter Imanson Damanik, and Elieser Marampa. “Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Mencegah Kecanduan Gadget Pada Remaja.” Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen dan Katolik 2, no. 3 (2024): 116–130.
Verma, Balraj, and Niti Chatterji. “Cognitive Unburdening.” 36–53. IGI Global, 2024.
Vial, Stéphane. “There Is No Difference between the ‘Real’ and the ‘Virtual’: A Brief Phenomenology of Digital Revolution.” Theorizing the Web 2013 (2013). https://hal.science/hal-01164475.
Wulandari, Sulis, Seri Mulia Reski, Yuli Asnita Nasution, and Adyanata Lubis. “Pengaruh Gadget Terhadap Perkembangan Siswa Sekolah Dasar.” Jurnal Prakarsa Paedagogia 4, no. 2 (2021).
DOI: https://doi.org/10.59376/philo.v4i1.53
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Yohana Fajar Rahayu, Elisa Nimbo Sumual

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.